Stand Up Comedy or Stand Up Tragedy?

Perbedaan Satire dan Sarkasme

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satire adalah gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu keadaan atau seseorang. 

Sedangkan sarkasme merupakan (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar.

Penghinaan itu sarkasme, sedangkan satire itu kritik sosial.

SARKASME itu:

1. Sarkasme adalah penghinaan, sedangkan satire adalah kritik

Satire dalam sebuah tulisan ataupun drama menyorot kekurangan. Satire adalah kritik constructive, dengan tujuan menyadarkan mereka yang peduli pada kekurangan tersebut. 

Di sisi lain, sarkasme adalah penghinaan diselimuti pujian yang jelas-jelas tidak bertujuan untuk memuji.

2. Sarkasme adalah celaan yang menyebalkan

Bila tujuanmu ingin menjadi orang yang menyenangkan, caranya bukan melalui sarkasme. Satire adalah humor yang cerdas, yang bertujuan menstimulasi intelektualitas pembaca untuk mengerti substansi yang ingin disampaikan. 

Sedangkan sarkasme lebih sering menyudutkan seseorang.


SATIR itu:

1. Satire memiliki dimensi moral
Satire memiliki tujuan. Karena satire memiliki tujuan, maka di dalam satire biasanya tersimpan pesan moral tersembunyi. Satire memaksa pembaca mengambil kesimpulan moral melalui tulisan satirenya sendiri. Karena satire bertujuan menyampaikan pesan, maka penting bagi satire untuk memiliki point yang berarti. Tidak demikian halnya dengan sarkasme.

2. Satire menargetkan masyarakat
Satire adalah karya literasi atau seni untuk menyorot kelemahan dalam pandangan masyarakat luas. Satire adalah kekurangan masyarakat yang dibalut humor dengan tujuan membawa hasil yang positif. Tujuannya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan kekurangannya maupun mengingatkan masyarakat akan keadaan yang lebih baik. 

Di sisi lain, sarkasme lebih sering menyangkut individu, biasanya dengan tujuan menghina atau menyakiti.

3. Satire adalah genre dalam literatur
Satire adalah salah satu genre dalam literatur yang sering digunakan dalam karya seni

tidak demikian halnya dengan sarkasme. Mungkin inilah penyebab para satireist seperti Plato, Erasmus, Jane Austen, Jonathan Swift, Oscar Wilde, dan Voltaire masih di perbincangkan dengan hormat sampai saat ini. 

Sedangkan sarkasme tidak ada hubungannya dengan literatur. Hanya bentuk lain dari provokasi atau penghinaan biasa.

4. Humor dalam satire
Humor adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dalam satire. Kemungkinan besar anda bisa menikmati sebagian besar tulisan satire dengan perasaan senang. Karena tujuan utama satire adalah membuat masyarakat menyadari kekurangan dan bisa memperbaiki diri, humor menjadi bagian penting dari satire. 

Sedangkan tujuan utama sarkasme adalah menunjukkan superioritas dalam argumen. Jadi humor tidak diharuskan dalam sarkasme.

5. Satire mengedukasi, sarkasme tidak
Sarkasme tajam dan pahit. Sarkasme lebih sering menyakiti atau menjerumuskan anda pada masalah. 

Satire menguntungkan dengan tujuannya yang mengarah ke perbaikan. Definisi satire dalam literatur adalah kritik sosial yang konstruktif. 

Perbedaan terbesar antara satire dan sarkasme adalah, satire memiliki kemungkinan memacu anda dan masyarakat secara umum untuk mengedukasi dan memperbaiki diri, sedangkan sarkasme (yang secara natural berbentuk penghinaan) tidak .

Setelah mengetahui poin-poin di atas, apakah anda pikir dapat dengan mudah mengenali perbedaan satir dengan sarkasme? 

Yang bisa dijadikan patokan sebuah tulisan menjadi satire paling tidak ada 2 hal yang harus dipenuhi, yakni:

– Satire menertawakan perorangan, ide, atau institusi.
– Satire tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga memberi informasi atau membuat orang berpikir.


Sumber :

https://maknawi.com/2017/06/08/perbedaan-satire-dan-sarkasme/
add comments